11 Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik dan Mengasuh Anak, Mungkin Anda Sering Melakukannya?

Ada satu hal yang sering disepelekan oleh orang tua dalam mengasuh sang buah hati, yaitu kurang disiplin.5 min


-1
1.7k shares, -1 points

Ada banyak variabel yang diperlukan dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi seperti yang diinginkan orang tua. Perlu Kasih sayang, kebaikan, lemah lembut, dan banyak kesabaran.

Ada satu hal yang sering disepelekan oleh orang tua dalam mengasuh sang buah hati, yaitu kurang disiplin. Bukan hanya dalam mendidik anak, dalam mengurus rumah tanggapun kadang sikap disiplin sering dikesampingkan. Padahal ibu adalah seorang manager rumah tangga. Kalau managernya saja kurang disiplin, apalagi bawahannya.

Apakah anak Anda sering mengucapkan kata-kata yang buruk? Apakah mereka cepat marah? Atau bahkan mereka sudah mulai berani berkata bohong?

Jika anak-anak Anda mempunyai sifat-sifat dan perilaku tersebut, ada sesuatu yang salah dalam pola pengasuhan Anda. Ingat, anak Anda selalu memperhatikan perilaku orang-orang di sekitarnya. Anak-anak, terutama dalam tahap pertumbuhan mereka, akan belajar dan meniru perilaku orang tua mereka.

Berikut adalah beberapa tanda pola pengasuhan yang buruk, bahkan banyak orang tua yang masih sering melakukannya. Tanpa disadari, pola pengasuhan yang buruk ini akan berdampak besar bagi perilaku sang anak. Berikut kami sadurkan dari laman Curejoy.com

Kesalahan pola asuh ke #1

Image by © curejoy, ditranslate oleh Temonggo.com

Jika anak Anda sengaja mengganggu terus menerus, atau sering bersifat menjengkelkan, itu karena Anda jarang mengajaknya bermain. Dia sedang cari perhatian karena Anda lebih sibuk memperhatikan pekerjaan daripada memperhatikan anak.

Kesalahan pola asuh ke #2

Pola asuh yang salah
Image by © curejoy, ditranslate oleh Temonggo.com

Jika anak sering berbohong, itu karena Anda selalu memarahinya waktu melakukan kesalahan. Daripada jujur kena marah, dia lebih baik bohong untuk menghindari kemarahan orang tua. Marah sesekali tidak masalah, tapi kalau setiap anak melakukan kesalahan kena marah, itu akan menjadi masalah. Apalagi marah yang dibarengi dengan hukuman dan pukulan.

Kesalahan pola asuh ke #3

Image by © curejoy, ditranslate oleh Temonggo.com

Jika anak cengeng dan penakut, itu karena Anda terlalu banyak menasehati tanpa memberikan dorongan dan semangat. Orang tua harus bisa membedakan antara kata “jangan takut” dengan “Ayo kamu pasti bisa”.

Kesalahan pola asuh ke #4

Image by © curejoy, ditranslate oleh Temonggo.com

Jika anak tidak membela diri, itu karena sejak dini Anda terlalu mengaturnya di depan umum. Orang tua seharusnya tidak melakukannya, bahkan di depan saudara kandung, teman atau sepupunya.

Kesalahan pola asuh ke #5

Image by © curejoy, ditranslate oleh Temonggo.com

Jika Anda membelikan banyak mainan untuk anak, tapi dia masih mengambil barang-barang yang bukan miliknya, itu karena Anda tidak membiarkan mereka memilih barang yang diinginkan.

Kesalahan pola asuh ke #6

Image by © curejoy, ditranslate oleh Temonggo.com

Jika anak terlalu penakut, itu karena Anda terlalu sering membantu mereka. Jangan terlalu sering membantu menyingkirkan setiap rintangan yang mereka hadapi. Latih mereka untuk menghadapi rintangan yang ada.

Kesalahan pola asuh ke #7

Image by © curejoy, ditranslate oleh Temonggo.com

Jika anak sering dengki dan pendendam, bisa jadi karena Anda terlalu sering membandingkanya dengan orang lain. Siapapun tidak mau dibanding-bandingkan dengan orang lain, misal kakak dibandingkan dengan adik atau sebaliknya, apalagi membandingkan dengan orang yang tidak ada hubungan darah sama sekali.

Kesalahan pola asuh ke #8

Image by © curejoy, ditranslate oleh Temonggo.com

Marah memang sifat yang wajar, tapi menjadi tidak wajar kalau sedikit-sedikit marah. Jika anak Anda cepat marah, bisa jadi itu karena Anda jarang memuji mereka. Mereka hanya mendapat hardikan saat nakal tapi tidak dipuji saa berbuat kebaikan. Seimbangkan antara memarahi dan memuji anak.

Kesalahan pola asuh ke #9

Image by © curejoy, ditranslate oleh Temonggo.com

Jika anak Anda tidak menghormati perasaan orang lain, bisa jadi karena Anda selalu memerintahkan kepadanya tanpa memberi alasan yang jelas. Jelaskan alasan Anda jika memerintahkan anak melakukan sesuatu. Orang tua yang otoriter akan membawa dampak yang negatif pada perasaan anak.

Kesalahan pola asuh ke #10

Image by © curejoy, ditranslate oleh Temonggo.com

Jika anak Anda kurang terbuka, bisa jadi karena Anda terlalu membesar-besarkan hal kecil. Masalah sepele yang dibesar-besarkan akan menyebabkan anak bersikap tertutup.

Kesalahan pola asuh ke #11

Image by © curejoy, ditranslate oleh Temonggo.com

Jika anak berperilaku kasar, hal itu dipelajari dari orang tua atau orang lain yang tinggal bersama mereka, atau bisa juga dari hal-hal yang dilihat dari TV.

Empat Tipe Pengasuhan Anak yang Sering Dilakukan Para Orang Tua

Menurut Diana Baumrind, seorang pakar psikologi, ada empat gaya umum yang sering digunakan oleh para orang tua dalam mengasuh anak-anak. Hal ini Berdasarkan pola interaksi dan perlakuan para orang tua terhadap anak-anaknya.

1. Pengasuhan otoritatif (authoritative parenting)

Oran-orang yang mempunyai gaya pengasuhan ini menggunakan metode pengawasan ekstra ketat, aturan yang jelas, dan kedisiplinan yang tinggi terhadap tingkah laku anak-anak. Tapi dengan aturan-aturan tersebut bukan lantas mengekang sang anak.

Anak-anak hidup dalam pola asuh dengan disiplin berdasarkan aturan yang ada, tapi tidak merasa terkekang karena orang tua menghargai dan menghormati pemikiran, perasaan, serta mengikutsertakan anak dalam pengambilan keputusan. Orang tua tetap mendiskusikan aturan dengan anak dan tidak memutuskan aturan secara sepihak.

Anak-anak dari orang tua yang otoritatif cenderung lebih percaya diri, mandiri, dan mampu bergaul baik dengan teman-teman sebayanya. Pengasuhan otoritatif juga menumbuhkan rasa harga diri yang tinggi, dan bertanggung jawab secara social.

Ingin anak-anak anda tumbuh seperti yang diinginkan? lakukan gaya pengasuhan otoritatif.

2. Pengasuhan otoriter (authoritarian parenting)

Gaya pengasuhan ini membatasi dan menuntut anak untuk mengikuti perintah-perintah dan aturan orang tua. Orang tua yang otoriter menetapkan aturan yang tegas dan tidak memberi peluang yang besar bagi anak-anak untuk mengemukakan pendapat. Mereka keras dan banyak fokus pada hukuman.

Anak dari orang tua yang otoriter akan merasa tidak bahagia dengan dirinya sendiri, mereka canggung berhubungan dengan teman sebaya, canggung menyesuaikandiri pada awal masuk sekolah, terkadang memiliki prestasi belajar yang rendah dibandingkan dengan anak-anak lain.

3. Pengasuhan permisif (permissive parenting)

Pola asuh permisif menonjolkan banyak kehangatan bagi anak-anak mereka. Tetapi mereka sangat lunak dan memiliki sedikit atau bahkan tidak ada aturan untuk anak-anak mereka. Semua hal dibolehkan, karena mereka merasa tidak ingin mengecewakan anak-anak, takut kalau melarang sesuatu nanti anak jadi sedih dan nangis.

Anak-anak dengan pola asuh ini cenderung tidak mengikuti aturan ketika mereka tumbuh dewasa. Mereka sangat manja dan kurang memiliki rasa percaya diri.

4. Pengasuhan yang cuek (Uninvolved Parenting)

Orang tua cenderung acuh tak acuh terhadap anak-anak mereka. Tidak ada standar atau harapan yang tinggi. Orang tua tidak tertarik untuk terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka.

Tidak terlalu peduli apa yang dilakukan anak-anak mereka, yang penting setiap hari sudah memberi makan dan ngasih uang jajan.

Anak-anak dari gaya pengasuhan ini akan tumbuh menjadi orang yang mempunyai pribadi yang buruk, karena kurang perhatian sejak kecil.

Perhatikan

Anak-anak di masa pertumbuhan selalu mengamati bagaimana Anda berbicara dan bereaksi terhadap berbagai hal. Kepribadian dan respons Anda terhadap mereka akan memengaruhi perkembangan sifat mereka. Para psikolog percaya bahwa gaya pengasuhan terbaik adalah pola asuh yang otoritatif.

Mengasuh anak bukan hanya pekerjaan sampingan, melainkan sebuah komitmen seumur hidup. Dengan jadwal yang sibuk dalam kehidupan kita sehari-hari, kita tidak boleh teledor dan meremehkan pengasuhan anak. Ingat, kebiasaan jelek ataupun baik yang kita lakukan di depan anak akan dilihat dan ditiru. Jadi, selalu lakukan yang terbaik untuk sang buah hati.


Like it? Share with your friends!

-1
1.7k shares, -1 points

What's Your Reaction?

hate hate
8
hate
confused confused
60
confused
fail fail
34
fail
fun fun
26
fun
geeky geeky
17
geeky
love love
79
love
lol lol
86
lol
omg omg
60
omg
win win
34
win

Komentar

komentar

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission