15 Efek Samping Jangka Panjang Akibat Seringnya Penggunaan Obat Kimia

Selain membawa manfaat, ternyata obat – obatan kimia dapat menimbulkan efek negative yang cukup serius terhadap kesehatan apabila dikonsumsi secara terus – menerus, bahkan ada yang menjadikan makanan harian. Obat kimia bisa menimbulkan efek berkebalikan dari fungsi serta tujuan obat itu sendiri. Bukan mengobati malah menambah penyakit. Bukan menghilangkan virus dan bakteri justru membuatnya semakin kuat. Atau bahkan menambah tingkat depresi anda.

Apa efek jangka panjang penggunaan obat?

Apakah benar penggunaan obat secara terus – menerus dapat merusak organ fital anda? Termasuk jantung dan ginjal?

Untuk menjawab pertanyaan di atas berikut 15 efek samping jagka panjang akibat penggunaan obat apabila dilakukan secara terus – menerus, antara lain adalah :

1. Infeksi

Secara bahasa Infeksi dapat diartikan sebagai penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme yang menyerang jaringan tubuh. Hasil dari infeksi mikroorganisme yang menyerang tubuh antara lain adalah timbulnya pilek, flu, sakit tenggorokan bahkan selulitis atau infeksi kulit yang berpotensi serius.

Penggunaan obat yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan perkembangan mikroorganisme yang justru memiliki efek berkebalikan dari fungsi utamanya sebagai pembersih atau penghilang mikroorganisme jahat. Hal ini bisa terjadi karna mengkonsumsi obat – obatan secara terus menerus dapat mengembangbiakkan bakteri – bakteri yang semula baik dan bermanfaat bagi tubuh hingga menyebabkan berlebihannya tingkat mirkoorganisme tersebut. Ini membuatnya menjadi mikroorganisme yang jahat karna jumlahnya terlalu berlebihan dan membahayakan. Atau menghalangi tubuh dari mendapatkan bakteri –bateri tertentu yang sesungguhnya malah berdampak baik bagi tubuh.

2. Komplikasi

Komplikasi dalam istilah kedokteran diartikan sebagai perubahan yang tidak diinginkan dari sebuah penyakit, kondisi kesehatan dan terapi tertentu. Perubahan yang dimaksut adalah keadaan tubuh yang sesungguhanya normal berjalan ke arah yang tidak seharusnya. Semakin lama anda menggunakan obat semakin besar kemungkinan komplikasi terjadi. Komplikasi dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyerang organ – organ fital anda.

3. Kerusakan Ginjal

Ginjal merupakan tempat satu – satunya yang bisa menyaring dan membuang kotoran – kotoran atau zat berlebihan dalam darah untuk dibuang keluar dari tubuh melalui air seni. Seluruh obat kimia memiliki efek samping yang hampir selalu membahayakan bagi tubuh meski masih dalam batas wajar. Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga tubuh tetap sehat dengan mengeluarkan zat – zat hasil kontaminasi ini. Tetapi, penggunaan obat yang berlangsung lama dapat melemahkan ginjal. Membuat ginjal bekerja lebih keras dari keadaan normalnya. Dan efek jangka panjangnya adalah kerusakan pada ginjal.

4. Kerusakan Jantung

Jantung adalah tempat pertukaran darah di dalam tubuh, dimana darah kotor hasil sirkulasi akan diangkut ke jantung untuk disaring dan menghasilkan darah bersih lagi. Penggunaan obat secara terus – menerus dalam jangka waktu yang lama akan memperberat kerja jantung, membuat penyaringan darah yang tidak lancar dan merusak jantung apabila terjadi secara terus – menerus.

5. Kerusakan Panca Indra

Beberapa efek samping yang ditimbulkan dari hasil mengkonsumsi obat – obatan secara terus – menerus adalah melemahnya sistem saraf. Karna sistem saraf emnjadi titik dimana biasanya obat bekerja. Dengan cara menguatkan atau justru melemahkan sistem saraf tersbeut. Beberapa obat bahkan berperan langsung dalam merilekskan atau membuat sistem saraf kehilangan beberapa persen kemampuannya. Pengaruh obat yang terjadi bisa mengakibatkan sistem saraf tidak dapat berjalan normal kembali karna terlalu lama berada dibawah pengaruh obat – obatan yang anda konsumsi.

6. Gangguan Saraf

Beberapa obat seperti antihipertensi ataupun kardiovaskuler biasanya berefek pada gangguan saraf saat usia senja, mulai dari mati rasa, stroke, tremor, hingga kelumpuhan. Penggunaan psikotropik juga dapat menimbulkan masalah pada saraf di kemudian hari. Salah satu efek paling parah pada gangguan saraf ini adalah kegagalan sumsum tulang belakang memproduksi sel darah merah.

7. Menurunnya Sistem Imun

Obat adalah racun, Meskipun sisa-sisa racun dikeluarkan oleh tubuh melalui keringat dan urin, obat kimia masi menyisakan ampas yang tertinggal dalam tubuh. Oleh karena itu, obat-obatan sejatinya meninggalkan racun dalam tubuh.

Racun yang dikonsumsi memang tidak langsung banyak, tapi sedikit demi sedikit kita mengkonsumsinya dan terjadi akumulasi. Namun, perlahan tapi pasti sistem imun terus terganggung dan secara perlahan akan berkurang efektivitasnya dalam menangkal zat asing, karena banyaknya racun di dalam tubuh.

8. Resistan Terhadap Bakteri

Bahaya antibiotik yang tidak sesuai dengan aturan minum dapat menimbulkan resistensi bakteri dalam tubuh. Hasilnya, beberapa bakteri tidak akan mempan lagi dengan antibiotik tersebut. Oleh karena itu jangan terlalu sering menggunakan antibiotik, terutama penggunaan obat generasi yang terbaru. Karena jika suatu saat tubuh terserang bakteri patogen, mungkin tidak ada lagi antibiotik yang mampu menyembuhkan.

Penggunaan beberapa obat kimia dalam jangka panjang justru dapat memicu pertumbuhan bakteri dalam tubuh. Seperti penggunaan omeprazole yang dapat memicu pertumbuhan bakteri ECL (Enterokromafin-Like Cells).

9. Kerusakan Hati

Penggunaan beberapa obat kimia dalam jangka panjang justru dapat memicu pertumbuhan bakteri dalam tubuh. Seperti penggunaan omeprazole yang dapat memicu pertumbuhan bakteri ECL (Enterokromafin-Like Cells).

10. Reaksi Alergi atau Hipersensitiv

Hati berfungsi untuk menetralisir setiap racun yang masuk ke dalam tubuh. Setiap obat kimia yang masuk juga terkadang dianggap sebagai zat yang berbahaya, sehingga beberapa obat akan di netralisir oleh hati. Fungsi hati akan semakin menurun di usia tua, ini bisa menyebabkan penyakit hati mulai dari kanker hati hingga kerusakan total pada hati (mati).

11. Pengeroposan Tulang

Biasa terjadi pada penggunaan antibiotik semenjak masih anak-anak, ini akan mengakibatkan gigi keropos, kuku mudah patah. Terjadinya pengeroposan gigi dan tulang biasanya di usia senja. Sebagian besar antibiotik memiliki peranan besar pada efek jangka panjang pada pengeroposan tulang.

12. Ketergantungan

Biasanya ketergantungan dengan obat terjadi karena adanya sebuah sugesti, misal kalau tidak minum nanti sakit. Atau meminum CTM agar bisa tidur, padahal CTM adalah sebagai obat anti alergi.

Kasus lainnya, beberapa orang menganggap hanya cocok atau bisa sembuh dengan merek obat tertentu. Walaupun ada obat lain yang memiliki kandungan dan dosis yang sama, tapi ia merasa tidak cocok.

13. Gangguan Psikis

Semakin banyak obat yang dikonsumsi, akan semakin berdampak pada tubuh, termasuk salah satunya adalah gangguan psikis. Gangguan psikis ini berapa seringnya muncul halusinasi, suka menghayal, dan mudah linglung. Ketergantungan juga menimbulkan gangguan psikis yang serius.

14. Insomnia

Bagi anda yang sudah sering mengkonsumsi obat – obatan tidak akan merasa asing dengan efek samping yang satu ini. Insomnia pada beberapa pasien dapat menjadi sangat merepotkan dan menimbulkan akibat yang buruk bagi kesehatan tubuh. Dimana tubuh dipaksa tetap bekerja diatas batas wajr pada waktu – waktu tertentu khususnya malam hari.

15. Fobia

kerusakan tubuh yang terjadi akibat konsumsi obat berlebih dapat menghasilkan banyak kerusakan pada kepribadian seseorang. Selain rasa cemas, insomnia, bahkan gangguan psikis, fobia menjadi satu penyakit yang cukup mengerikan apabila penggunaan obat dilakukan secara terus menerus dengan cara yang menyakitkan atau penuh paksaan.

Bagaimana pendapatmu

26 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Kasih komen di sini gan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

Comments

comments

7 Posisi Tidur yang Berbahaya Bagi Tubuh

6 Makanan dan Minuman Khas Pantura yang Wajib Dicoba