4 Resep Kolak Enak; Ubi Singkong, Pisang, Nangka, dan Labu

Kolak atau kolek jadi salah satu makanan khas Indonesia yang digemari hampir semua orang, hidangan satu ini umumnya identik dengan bulan Ramadan sebagai takjil yang biasa disantap sebelum makan berat saat berbuka puasa. Biasanya, kolak berbahan dasar pisang atau ubi yang diolah dengan santan dan gula aren.

Kekinian, kolak bisa dengan mudah dijumpai atau bahkan dibuat sendiri tanpa harus menunggu bulan Ramadan, hidangan satu ini juga bisa jadi tepat disegala kondisi, disantap selagi hangat sewaktu musim hujan seperti sekarang, atau dinikmati dingin dengan tambahan es batu sesuai selera bagi beberapa orang di musim panas yang akan datang.

Gak hanya pisang dan ubi, banyak juga ditemui kolak dengan bahan dasar lain seperti singkong, labu, kolang-kaling sebagai pelengkap, dan beragam tambahan isian lainnya. Supaya gak bosan seperti kolak pada umumnya, bahkan ada juga yang dikombinasikan dengan ketan.

Belum pernah coba? Yuk catat berbagai kreasi resep kolak berikut.

1. Ketan Kolak Nangka

kolak nangka

Bukan ubi atau pisang, kolak satu ini memakai bahan utama buah nangka, pembuatannya pun cukup unik karena disajikan bersama ketan. Pembuatannya memang lebih panjang, karena selain kolak juga harus mengolah ketan, tapi pembuatan yang lebih lama bakal terbayar dengan kenikmatan kolak yang juga double ini, gak ada salahnya dicoba.

Bahan ketan kukus:

  • 500gr beras ketan
  • 250 ml air /disesuaikan dgn jenis ketannya
  • 2 sdm fibercreme
  • 2 lbr daun pandan simpul
  • Garam secukupnya

Bahan kolak nangka:

  • 1,5 liter air
  • 5 sdm fibercreme
  • 500 gr nangka, buang bijinya, potong2
  • 200 gr gula merah sisir/ sesuai selera
  • 2 lbr daun pandan simpul
  • Sejumput garam
  • sdm tepung sagu/tapioka larutkan dgn sedikit air

Cara membuat ketan dan kolak nangka:

  1. Cuci beras ketan dengan bersih kemudian rendam kurang lebih 2 jam, bilas kemudian tiriskan, lalu kukus selama kurang lebih selama 15 – 20 menit
  2. Dalam panci masukkan air, fibercreme, daun pandan, dan garam, kemudian masak dengan api kecil sambil diaduk hingga mendidih lalu matikan
  3. Angkat ketan dari kukusan dan taruh dalam wadah, tuang rebusan fibercreme ke dalam ketan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tercampur rata, kukus kembali ketan kurang lebih selama 20 menit, kalau sudah, angkat lalu sisihkan.
  4. Untuk kolak nangka dalam panci masukkan air, fibercreme, gula, daun pandan, dan garam, masak dengan api kecil sambil diaduk hingga mendidih
  5. Tambahkan larutan tepung sagu atau tapioka, aduk hingga mengental, terakhir masukkan nangka yang sudah dicuci bersih dan dipotong, didihkan sebentar lalu matikan.
  6. Untuk penyajian, tata ketan kukus dalam mangkok lalu siram kolak nangka diatasnya, ketan kolak nangka siap disajikan.

2. Kolak Pisang Mutiara

kolak pisang mutiara

Kolak satu ini sebenarnya sama dengan kolak pisang pada umumnya, hanya sebagai pemanis dan isian tambahan disertakan juga sagu mutiara, gak kalah nikmat!

Bahan:

  • 2 pisang tanduk potong serong
  • 750 ml air
  • 1 keping gula merah
  • 250 ml santan
  • 1/2 kantong sagu mutiara + air secukupnya untuk merebus
  • Sejumput garam

Cara membuat kolak pisang mutiara:

  1. Didihkan air di panci lalu rebus sagu mutiara hingga matang, sisihkan.
  2. Di wadah lain, rebus 750 ml air dengan gula merah atau gula aren hingga mendidih dan larut, kemudian masukkan pisang yang sudah dipotong serong.
  3. Setelah pisang agak lunak, masukkan santan dan garam sambil diaduk perlahan.
  4. Masukkan sagu mutiara, aduk rata sampai sagu mutiara tidak bergerindil.
  5. Setelah matang, kolak siap di hidangkan selagi hangat.

3. Kolak Bola Ubi Candil Biji Salak

kolak ubi candil

Kolak bola ubi biasa disebut juga dengan biji salak, bukan karena berbahan dasar biji salak asli tapi karena bentuknya yang menyerupai biji salak, penggunaan ubi sebenarnya juga bisa disesuikan dengan ketersediaan ubi yang ada, selain ubi ungu, bisa juga memakai ubi putih atau ubi merah yang lebih umum ditemui.

Bahan biji salak:

  • 150 gram ubi ungu kukus, haluskan
  • 2 sdm gula pasir
  • Sedikit garam
  • 100 gram tepung tapioka atau tepung kanji
  • 50 ml air

Bahan bubur candil:

  • 600 ml air
  • 180 gram gula pasir
  • 1/4 sdt garam
  • 1 lembar daun pandan
  • 2 sdm tepung tapioka yang diencerkan

Bahan kuah santan:

  • 300 ml santan (1 bungkus santan instan + air)
  • 1/4 sdt garam
  • 1 lembar daun pandan
  • 2 sdt tepung beras yang diencerkan dengan air

Cara membuat kolak biji salak:

  1. Campur semua bahan biji salak sampai kalis dan bisa dibulatkan.
  2. Masak air sampai mendidih, masukkan pandan dan bola ubi yang sudah dibulatkan
  3. Setelah bola-bola ubi mengapung, masukkan gula, garam, dan tapioka yang diencerkan, masak hingga kuah mengental
  4. Pada panci terpisah, rebus semua bahan kuah santan sambil diaduk sampai mendidih dan mengental.
  5. Untuk penyajian, kuah santan ditambahkan pada bagian atas.

4. Kolak Labu Kuning Mutiara

kolak labu

Kolak berbahan dasar selain pisang dan ubi lainnya yaitu labu, gak hanya sebatas sebagai santapan isian kolak, pemilihan labu juga bisa punya banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya buat melancarkan pencernaan karena kandungan serat dan air yang tinggi.

Bahan:

  • 500 gram labu kuning yang sudah tua
  • 50 gram sagu mutiara, rendam
  • 3 lembar daun pandan, ikat simpul
  • 150 gram gula merah atau gula aren
  • 50 gram gula pasir
  • 65 ml santan instan
  • 1 liter air
  • 1 sdt vanilla essence
  • 1/2 sdt garam

Cara membuat kolak labu:

  1. Didihkan air, tambahkan gula merah atau gula aren dan rebus sampai larut.
  2. Masukkan labu kuning disusul dengan sagu mutiara yang sebelumnya sudah direndam.
  3. Setelah labu setengah empuk, tambahkan daun pandan, gula pasir, dan garam.
  4. Saat labu sudah empuk, tambahkan santan kemudian aduk cepat.
  5. Terakhir tambahkan vanilla essence, aduk cepat kembali.
  6. Matikan api lalu angkat dan siap disajikan.

Itu dia berbagai resep kolak yang bisa dicontek kalau kalian mau mencoba buat kolak berbeda dari kolak yang biasa dibuat secara sederhana. Siap bereksperimen coba yang mana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Pendapat Anda?