5 Mitos Mie Instan yang Keliru, Begini Faktanya

Mie instan merupakan mie yang telah dimasak dan ditambahkan minyak serta beberapa perasa saat proses produksinya. Mie instan setelah sampai di tangan pembeli hanya perlu disiram atau direbus menggunakan air panas sebelum ditambahkan dengan beberapa bumbu penyedap untuk kemudian di konsumsi. Mie instan hampir selaku disukai oleh semua kalangan. Baik anak muda bahkan dewasa menyukai rasa orisinil dari mie instan itu sendiri. Beberapa bumbu pilihan yang digunakan sengaja mengambil tema masakan –masakan daerah untuk menggaet pembeli.

Mie instan memiliki beberapa mitos yang cukup menakutkan hingga banyak orang khawatir untuk mengkonsumsinya. Bagi anak kos-kosan mie instan bisa dijadikan sebagai stok bahan makanan paling favorit yang harus selalu ada. Kemudahan dan rasa mie instan yang enak serta harganya yang murah menjadi daya pikat paling utama untuk membuat orang – orang memilih mie instan sebagai bahan olahan untuk sarapan atau makan malam.

Sebelum membahasa tentang mitos – mitos mie instan yang cukup membahayakan, berikut adalah bahan dasar dari pembuatan sebuah mie instan yang patut anda ketahui. Untuk melihat takaran gizi serta komposisinya. Setiap 108 gram mie instan mengandung zat antara lain adalah :

  • 648 kalori
  • 219.6 kalori berasal dari lemak
  • 24.4 gram lemak total
  • 12.2 gram lemak jenuh
  • 1 mg sodium
  • 89.4 gram karbohidrat
  • 3.2 gram glukosa
  • 15 gram protein

Sedangkan komposisinya, adalah sebagai berikut :

  • Tepung
  • Air
  • Garam
  • Kansui (larutan alkali dengan rasio 9:1 dari sodium dan potassium carbonat. Berfungsi sebagai pemberi tekstur lentur dan kenyal pada mie instan)
  • Minyak
  • Polyprospat
  • Hydrocolloid

Berdasarkan komposisi beserta fakta nutrisi yang terkandung dalam mie instan, dapat membantah beberapa mitos yang salah tentang mie instan berikut ini, antara lain adalah :

    1. Mie instan Mengandung Lilin

Mie instan tidak menggunakan bahan baku lilin yang berfungsi untuk membuat teksturnya yang licin dan kenyal. Atau menggunakan lilin untuk membuat mie instan dapat melekat satu dengan yang lainnya saat berada dalam kemasan. Proses pembuatan mie instan yang menggunakan mesin pengering otomatis yang mampu menyerap kandungan air dalam adonan mie sehingga membuatnya tahan lama. Selain itu, mie instan menggunakan minyak sebagai salah satu bahan pembuatannya untuk membuat mie instans melekat satu sama lainnya ketika berada dalam kemasan.

    2. Memasak Bumbu Mie Instan bisa Menyebabkan Kangker

Sebenarnya, sintesa beberapa kandungan yang bahkan baik seperti sayur – sayuran apabila dimasak pada suhu yang terlalu tinggi juga dapat menimbulkan efek – efek negativ pada tubuh. Tidak hanya ie instan. Selain itu, mie instan yang anda makan tidak perlu direbus dengan suhu yang terlalu tinggi, cukup 100 derajat celcius pada tekanan 1 atm dan ditunggu beberapa menit saja. Tidak akan membahayakan dan aman untuk dikonsumsi.

    3. Jangan Menggunakan Air Bekas Rebusan Mie

Orang – orang menganggap bahwa sebelum mie instan direbus, zat – zat berbahaya yang terkandung di dalamnya akan larut ke dalam air ketika direbus. Hal ini sama sekali tidak benar. Warna yang agak keruh yang dihasilkan dari air rebusan pertama dari mie instan bukan pertanda bahwa kandungan berbahaya dari mie instan lepas dan larut ke dalam air tersebut. Tetapi, keruhnya air diakibatkan oleh mie instan yang bahan dasarnya adalah tepung. Sehingga otomatis akan membuat perubahan tingkat kekentalan pada air rebusannya.

    4. Mie Instan Bukan Makanan Sehat

Sejatinya, semua makanan instan itu aman untuk dikonsumsi. Tetapi tetap ada batasanya. Nutrisi yang terkandung di dalam setiap mie instan paling besar adalah kalori dan karbohidrat serta lemak. Meski mengandung protein akan tetapi anda perlu tahu bahwa mengkonsumsi karbohidrat dan lemak yang melebihi kebutuhan tubuh anda tentu akan menimbulkan kegemukan. Kegemukan akan terjadi apabila anda tidak menjaga pola makan serta kesehatan tubuh anda dengan baik. Bukan hanya karna mengkonsumsi mie instan. Jadi mitos ini salah besar.

    5. Mie Instan Mengandung Banyak Bahan Pengawet

Pengawet makanan memang banyak digunakan dalam industri produksi makanan – makanan instan. Tetapi ini aman dan masih dalam batas wajar. Mie instan memang harus ditambah pengawet dengan besar tertentu yang tidak melebihi batasan standart kesehatan untuk membuat makanan yang dijual bisa sampai ke tangan pembeli. Selain itu, yang membuat mie instan tahan lama adalah proses produksinya.

Demikian beberapa mitos mie instan yang keliru, sejatinya makan makanan instan itu tidak masalah jika tidak terlalu sering. Yang menjadikan bermasalah adalah jika setiap hari makan makanan instant.

Bagaimana pendapatmu

99 points
Upvote Downvote

Kasih komen di sini gan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

comments

6 Kegiatan Bemanfaat dan Menyenangkan yang Bisa Dilakukan di Waktu Senggang

4 Makanan yang Baik Untuk Kesehatan Telinga