6 Penulis yang Mengalami Gangguan Mental dan Berakhir Menyedihkan

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, penulis dapat diartikan sebagai orang yang menulis, atau pengarang, baik naskah maupun karya sastra lainnya. Tapi tahukah anda bahwa pekerjaan sebagai seorang penulis tidak selamanya menyenangkan. Selain dituntut untuk terus memberikan ide serta karya terbaik, banyak penulis yang harus menderita gangguan mental parah hingga berujung maut.

Creativity and mental illness merupakan satu dari sekian banyak penelitian yang terkenal dalam mengungkapkan hubungan antara kreatifitas dengan gangguan mental. Kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan atau daya cipta. Sesuatu yang baru dan segar serta unik menjadi hal utama yang paling diminati masyarakat, dan para penulis berlomba – lomba untuk menciptakannya dengan jalan berupa kreativitas. Semakin tinggi kreativitas, semakin banyak uang yang akan didapat, hingga terkadang banyak orang yang stress karena terlalu banyak fikiran. Hal inilah yang menjadi awal dari munculnya banyak gangguan mental yang dialami oleh penulis.

Seorang penulis identik dengan kaca mata dan kepribadiannya yang tertutup, serta sulit bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, mungkin tidak sepenuhnya salah. Banyak gangguan kepribadian yang dimulai dari ketergantungan seseorang pada dunia yang tidak nyata dan penulis merupakan korban paling mudah terkena dampaknya. Alih – alih kreatif,,untuk melihat dampak yang ditimbulkan dari gangguan mental, berikut adalah beberapa daftar penulis yang berjuang dalam menghadapi gangguan mental parah hingga berujung kematian, antara lain adalah:

1. Leo Tolstoy

Photo by Wikipedia

Siapa yang tidak tahu tolstoy dengan karya menakjubkannya. Anna karenina, novel yang terkenal dimana – mana dan bahkan sudah di filmkan dengan apiknya oleh sutradara pada beberapa tahun belakangan. Ceritanya yang sederhana dan unik serta mengangkat tema yang tidak biasa tentang adat – istiadat bangsa eropa pada masa pertengahan membuat siapapun takjub dengan ide serta originalitas yang dimiliki oleh Tolstoy. Sebegitu menakjubkannya hingga tidak ada yang mengira bahwa penulis hebat ini menderita gangguan mental parah hingga mengejek dirinya sendiri yang tidak berani bunuh diri.

2. Ernest Hemingway

Photo by Wikipedia

The old man and the sea, cerita novel yang berkisah tentang pelayaran kakek bersmaa ikan besar yang nyangkut di kailnya ini adalah karya masterpiece dari seorang Ernest hemmingway. Tapi tahukah anda bahwa penulis dengan banyak penggemar yang sangat menggilai karyanya ini dinyatakan meninggal karna bunuh diri?

Ernest hemmingway mengakhiri hidupnya dengan menembakkan peluru dari pistol miliknya sendiri. Sebelum meninggal ia diketahui tengah mengalami banyak gangguan mental seperti narsisme, depresi, gangguan kepribadian bipolar dan borderline disorder. Berbagai gangguan mental yang dialami oleh Ernest hemmingway tidak diobati dengan penanganan yang baik justru bertambah buruk dengan kebiasaan minumnya yang parah.

3. Virginia Woolf

Photo by Wikipedia

Salah satu penulis yang terkenal memiliki tingkat delusi yang sangat parah dan bahkan sudah dimulai dari usianya yang baru menginjak 15 tahun. Perawatan bertahun – tahun di dalam rumah sakit ternyata tidak mampu membuat Virginia woolf sembuh. Pada beberapa kesempatan Virginia bahkan mengatakan bahwa halusinasi dan delusi yang ia alami justru mampu meningkatkan kreativitasnya untuk menulis. Ia dinyatakan meninggal karna bunuh diri pada tahun 1941.

4. Philip K. Dick

Photo by Wikipedia

Blade runner adalah salah satu karya terbaik dari Philip K. Dick yang dikenal sebagai sastra sci-fi terbaik hingga saat ini. Meski pengarangnya didiagnosa memiliki berbagai gangguan kepribadian dimulai dari gejala ringan berupa vertigo hingga berlanjut pada halusinasi yang parah serta schizoprenia. Philip tetap menulis bahkan ketika dirawat dirumah sakit selama beberapa tahun.

5. Franz Kafka

Photo by Wikipedia

Seorang jenius biasanya memang memiliki bentuk pemikiran yang berbeda dengan orang kebanyakan. Mereka memiliki jalan serta pola pikirnya sendiri yang mampu melihat suatu permasalahan dari sudut yang mungkin belum dipahami oleh orang lain. Franz kafka adalah salah satu penulis dengan tingkat kejeniusan yang tinggi. Ia seorang penyendiri yang menderita gangguan depresi serta tidak bisa bergaul dengan lingkungannya. Franz kafka selalu merasa cemas dan stress karna banyak karyanya yang belum sempat dipublikasikan.

6. Ezra pound

Photo by Wikipedia

Dikenal sebagai salah satu revolusioner dibidang penulisan puisi pada abad 20, Ezra pound memiliki gangguan kepribadian berupa narsistic dan schizoprenia. Ia menjadi tahanan rumah sakit pada tahun 1945.

Itulah 6 penulis hebat yang mengalami ganguan mental hingga berujung pada kematian, mudah-mudahan bisa mencerahkan pembaca sekalian dan bisa menambah wawasan.

Bagaimana pendapatmu

99 points
Upvote Downvote

Kasih komen di sini gan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

comments

Delusi, Salah Satu Gangguan Mental Serius yang Wajib Diwaspadai

10 Cara Sederhana Melatih Otak untuk Meningkatkan IQ, Fokus, dan Kreativitas Seseorang