9 Bahaya Penggunaan Obat Nyamuk Bakar yang Jarang Diketahui

Beberapa orang lebih memilih untuk tetap menggunakan obat nyamuk bakar daripada memilih obat nyamuk versi oles atau semprot karna kepraktisannya dan harganya yang murah. Obat nyamuk oles biasanya tidak bertahan lama dan akan menghilang apabila tubuh berkeringat, tentu tidak efisien. Sedangkan obat nyamuk semprot tidak mampu membunuh nyamuk di ruangan terbuka kecuali disemprotkan secara terus – menerus dan justru terkesan mahal.

Obat nyamuk bakar versi elektrik mulai berkembang sejak beberapa tahun belakangan, meski peminatnya semakin sedikit kian hari karna fungsinya yang tidak sekuat obat nyamuk bakar. Banyak kasus kebakaran yang terjadi ddi dunia dikaenakan oleh obat nyamuk bakar, salah satunya adalah yang terjadi di Korea pada tahun 1999, dimana kebakaran besar tersebut menewaskan 23 orang hanya karna salah satu penghuni lupa mematikan obat nyamuk bakar yang masih menyala. Kekurangan lain dari obat nyamuk bakar adalah aromanya. Aroma yang cukup kuat hingga bisa menempel di baju anda selama berhari – hari sebelum dicuci.

Bahaya penggunaan obat nyamuk bakar tidak hanya berasal dari kelalaian pemakainya, bahan pembuatan obat nyamuk bakar itu sendiri memiliki efek berbahaya bagi tubuh yang akan membuat anda terkejut. Berikut adalah beberapa kandungan obat nyamuk bakar yang harus anda waspadai, antara lain adalah :

1. Pyrethrum

Photo by ChenQH on Pixabay

Pyretrhrum merupakan bahan dasar pembuatan obat nyamuk yang berbentuk powder dan diambil dari sejenis tumbuhan bernama chrysanthemum. Chrysanthemum memiliki efek insectisida atau pembunuh serangga yang sangat kuat dari proses pengeringan bunga chrysanthemum untuk kemudian diproses menjadi obat nyamukbakar. Penelitian menyebutkan bahwa pyrethrum hanya aman digunakan apabila beratnya tidak lebih dari 1% berat pemakainya. Anda bisa menghitungannya dengan mempertimabngkan berat badan anda untuk melihat seberapa banyak kadar pyretrhum yang boleh anda hirup dalam satu hari. Gejala yang akan pengguna alami apabila terpapar oleh asap pyrethrum antara lain adalah gatal – gatal, susah bernafas, kulit memerah, bentol – bentol pada kulit, hidung berair, bersin – bersin dan bahkan asma.

2. Pyrethrin

Photo by Sujay Ghosh on Pixabay

Jenis insectisida yang hampir mirip dengan pyrethrum, berasal dari bunga yang sama meski dihasilkan dari jenis bunga chrysanthemum yang berbeda. Melemahkan nyamuk dengan menyerang bagian sarafnya hingga membuat nyamuk lumpuh. Berbeda dengan pyrethrum yang cukup berbahaya, pyrethrin jauh lebih bisa ditoleransi oleh tubuh karena mudah terurai apabila berada dalam bentuk gas. Pyrethrin dianggap berbahaya karena bekerja lebih cepat apabila masuk kedalam lambung dengan pernafasan melalui mulut, bukan meresap melalui kulit.

3. Allethrin

Berbeda dengan dua jenis kandungan obat nyamuk bakar sebelumnya, alletrhin tidak diambil atau dibuat dari bahan alami berupa tumbuhan, ia merupakan sintesis senyawa kimia. Cukup membahayakan apabila tercampur dengan air untuk diminum.

4. Piperonyl Butoxide

Bekerja melemahkan serangga dengan mengendap di dalam tubuh dan menstimulus zat – zat beracun untuk berkembang lebih cepat di dalam tubuh serangga tersebut. Gejala yang mungkin akan dialami pengguna apabila terpapar oleh piperonyl butoxide adalah masalah kulit, iritasi pada mata, dan gangguan pada pernafasan.

5. Nicotin

Photo by Tevanature.com

Seperti halnya nikotin pada rokok dan kopi, tingkat nikotin yang terdapat dalam obat nyamuk bakar jauh lebih berbahaya. Dalam salah satu studi disebutkan bahwa obat nyamuk bakar memiliki kadar nikotin sebanding dengan 51 batang rokok per harinya. Meskipun dalam beberapa dekade terakhir telah dilakukan penelitian untuk menurunkan kadar nikotin dalam obat nyamuk bakar agar lebih aman digunakan.

6. Polutan

Istimewa

Polutan merupakan bahan atau benda yang dapat menimbulkan pencemaran. Selain mencemari udara, obat nyamuk bakar memang dikhususkan untuk memiliki efek pertisida pada setiap gas hasil pembakarannya.

7. Formaldehida

Dapat dikatakan bahwa formaldehida adalah zat sejenis pestisida yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Salah satu ciri lainnya adalah baunya yang sangat kuat apabila terbakar. Gejala yang mungkin akan timbul apabila pengguna menggunakan formaldehida adalah tenggorokan gatal, batuk, mual, iritasi pada kulit dan bahkan kangker.

8. Diethyltoluamide (DEET)

Memiliki sifat korosif yang bahkan dapat membuat sebuah besi berkarat. Sangat reaktif dan berbahaya bagi pengguna yang memiliki kulit sensitif.

9. Octachloro Dipropyl eter

Zat hasil pembakaran dari octachlorodipropyl eter dapat menimbulkan kangker paru – paru.

Bagaimana pendapatmu

99 points
Upvote Downvote

Kasih komen di sini gan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

comments

10 Cara Sederhana Melatih Otak untuk Meningkatkan IQ, Fokus, dan Kreativitas Seseorang

8 Makanan yang Bisa Meningkatkan Semangat atau Mood Booster Terbaik Untuk Harian Anda