6 Cara Mengelola Gaji Agar Bisa Investasi ala Milenial

mengelola gaji

Salah satu perilaku yang menonjol dari generasi milenial adalah tidak menerapkan budaya investasi, bahkan tidak memiliki dana darurat, apalagi tabungan masa depan. Para milenial kebanyakan punya kebiasaan glamour agar dianggap keren oleh lingkungan sekitar, inilah yang menyebabkan generasi milenial menjadi terlihat sangat konsumtif.

Kebanyakan milenial tidak bisa membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan. Karena itulah gaji yang didapat biasanya cepat ludes. Bukan hanya itu, sifat cuek dan kurang empati terhadap lingkungan sekitar juga sering ditemui pada para milenial.

mengelola gaji

Alangkah lebih baik jika pendapatan yang dimiliki dapat dikelola dengan baik. Bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan dan gaya hidup, tapi juga bisa dialokasikan untuk dana darurat dan investasi. Kalau generasi milenial sudah pada suka investasi, mungkin gak ada lagi yang bilang “Generasi milenial itu suka ngabisin duit”.

Mungkin Anda yang masuk generasi milenial masih ingat betul, sekitar 10 tahunan yang lalu, uang dengan nilai satu juta rupiah merupakan nominal yang besar. Waktu Anda masih kecil dulu beli es campur dua ribu rupiah bisa dapat semangkok, sekarang mungkin harus merogoh kocek sekitar lima belas ribuan. Kenapa bisa terjadi? inilah yang dinamakan inflasi.

Lima atau sepuluh tahun ke depan, bisa jadi harga air botol mineral tembus angka sepuluh ribunan. Jika nilai bahan pokok meningkat, hal itu juga akan berefek pada harga barang-barang lainnya. Nah, sayangnya Anda belum punya pandangan sampai sejauh itu. Makanya Bang Mimin disini mau menunjukkan bagaimana cara mengelola gaji agar tidak langsung habis, khususnya bagi para generasi milenial.

Cara mengelola pendapatan dengan baik

Konsep manajemen keuangan rumah tangga sebenarnya sederhana, tidak serumit perusahaan. Caranya cukup mudah, berapapun pendapatan yang Anda terima, harus dialokasikan pada 5 hal, yaitu: kebutuhan, cicilan (kalau ada), investasi, dana darurat, rekreasi dan berbagi. Porsi masing-masing harus jelas, untuk itulah kenapa mengalokasikan pendapatan ke dalam beberapa pos sangat penting.

Berikut cara mengelola gaji atau pendapatan agar Anda yang disebut sebagai milenial bisa memanfaatkannya dengan baik. Mau gaji 1 juta, 2 juta, 3 juta, 6 juta, 7 juta atau bahkan 10 juta konsepnya sama. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Alokasikan 40% dari gaji untuk kebutuhan

Apa saja yang termasuk kebutuhan? yang termasuk kebutuhan itu ya pengeluaran Anda untuk keperluan sehari-hari atau bulanan, seperti makan, transportasi, listrik, pulsa dan lain-lain. Hitung saja berapa pendapatan yang Anda peroleh, gunakan 40% untuk biaya kebutuhan harian atau bulanan.

2. Alokasikan 30% dari pendapatan untuk cicilan

Sudah bukan rahasia umum, generasi milenial biasanya suka ngutang, misalnya ngutang nyicil mobil, nyicil rumah, nyicil motor dan lain-lain. Ya, meskipun generasi yang lebih tua juga banyak ngutang, cuman yang kena sasaran para milenial karena suka pamer mobil atau motor tapi hasil dari ngutang wkwkwkwk.

Kalau Anda terlanjur punya cicilan, alokasikan 30% dari pendapatan untuk angsurannya. Jadi kalau mau ambil cicilan, lihat dulu 30% dari pendapatan Anda cukup gak buat mbayarinnya. Kalau gak cukup ya tahan dulu, jangan keburu ngutang. Sebisa mungkin jangan ambil cicilan yang alokasi biayanya lebih dari 30%.

Sebisa mungkin kalau beli sesuatu tidak menggunakan kredit, karena kalau dihitung-hitung, biaya pengeluarannya akan lebih besar jika dibanding dengan bayar secara tunai.

3. Untuk diinvestasikan 10%

Investasi itu sangat penting untuk mengamankan harta yang kita punya agar nilainya tidak menurun. Tidak harus lansung besar, bisa investasi secara rutin dengan membeli emas. Misal setiap bulan Anda menyimpan uang 1 juta, nah ketiga berjalan 3 bulan kan dapet 3 juta. Belikan saja emas biar nilainya tidak turun.

Konsepnya sederhana, ketika tabungan Anda sudah mencapai 3-5juta, belikan saja emas. Nanti nabung dari awal lagi, kalau sudah dapet 3-5juta beli emas lagi, begitu seterusnya.

Nah, kalau misalnya Anda tidak punya tanggungang hutang atau cicilan, Anda bisa mengalokasikan 30% yang buat cicilan untuk diinvestasikan, jadinya 40%. Semakin banyak investasi yang Anda miliki, semakin tinggi juga kemungkinan untuk mapan di usia muda.

Akumulasi dari investasi emas-emas tersebut nantinya juga bisa dibelikan aset secara tunai seperti rumah, tanah atau lainnya.

4. Simpan untuk dana darurat sekitar 5% – 10%

Dana darurat bisa dibilang bagian penting dalam merencanakan keuangan. Dana ini bisa Anda gunakan pada saat kondisi genting, dan bisa untuk menghadapi kejadian-kejadian tak terduga.

Karena susah untuk memprediksi berapa besarnya dan kapan dana ini dibutuhkanm maka dana darurat ini perlu dipersiapkan dari awal dan merupakan tujuan finansial dengan skala perioritas tinggi. Makanya alokasikan 5%-10% dari pendapatan Anda untuk dana ini.

Metodenya bisa seperti investasi emas pada poin nomor tiga, hanya bedanya yang ini tujuannya disimpan untuk keperluan biaya darurat.

5. Untuk rekreasi 5%

Sudah jadi rahasia umum, para milenial suka pamer jalan-jalan dan gaya-gayaan di instagram. Nah, Bang Mimin tidak melarang jalan-jalan, hanya saja Anda butuh manajemen yang bagus biar rekeningnya gak jebol karena kebanyakan gaya.

Kebutuhan rekreasi ini bukan hanya sekedar traveling, tapi konsepnya adalah untuk memanjakan diri. Dana rekreasi ini dapat Anda gunakan untuk shopping, nonton film, perawatan diri, beli gadget, dan lain-lain.

Pokoknya apapun yang bikin Anda happy dan bisa cekrak cekrek untuk gaya-gayaan di Instagram. Nah, yang terpenting adalah jangan sampai kebablasan, Anda hanya boleh menghabiskan 5% pendapatan untuk rekreasi.

6. Zakat, Infaq, Shodaqoh 2,5% atau 10%

Harusnya ini yang pertama, tapi Bang Mimin taruh di nomor 6 karena kebanyakan orang belum pada terbiasa mengeluarkan shodaqoh rutin 2,5% apalagi 10% tiap gajian. Kalau Bang Mimin taruh di nomor satu, khawatirnya Anda gak jadi baca artikel ini sampai habis karena sudah alergi duluan ketik melihat kata zakat infaq shodaqoh.

Fungsi dari zakat itu kan untuk membersihkan harta, harusnya setelah gajian, inilah yang Anda kerjakan. Hal pertama yang Anda lakukan adalah keluarkan zakat untuk membersihkan harta. Kalau harta sudah bersih, maka di situ akan turun keberkahan dari langit. Kalau sudah berkah biasanya harta akan awet dan tidak cepat habis.

Ok cukup sekian dulu, kalau Ada yang perlu ditanyakan silahkan tulis di kolom komentar. Mudah-mudahan gak ada lagi yang bilang “generasi milenial itu suka menghabiskan duit”. Silahkan dipraktekkan dan semoga kita diberikan harta yang berkah.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0