Delusi, Salah Satu Gangguan Mental Serius yang Wajib Diwaspadai

Delusi merupakan suatu keyakinan yang dipercaya oleh seseorang secara terus – menerus yang kuat namun tidak akurat dan terkadang bahkan tidak nyata. Kepercayaan yang sangat kuat ini bahkan mampu menampik realitas yang ada bahwa peristiwa atau kejadian tersebut tidaklah dapat dibuktikan secara aktual. Seseorang dengan riwayat gangguan mental seperti delusi akan mempercayai suatu kejadian atau peristiwa yang sebenarnya hanya rekayasa pikiran penderita itu sendiri. Penderita akan sulit membedakan kenyataan dan imajinasi karna ia meyakini dan bersikap sesuai dengan apa yang ia pikirkan.

Penderita gangguan mental delusi tidak serta merta akan mengubah seluruh pola pikirnya tentang yang mana kenyataan dan yang mana imajinasi, penyakit mental delusi akan dimulai secara bertahap pada fase dimana penderita mengalami tekanan mental yang sangat kuat. Dimulai dari bayangan atau suara – suara yang seharusnya tidak ada, hingga ingatan jangka panjang yang salah atau berbeda dari kenyataan. Penderita gangguan mental delusi itu sendiri terkadang bahkan terlihat baik – baik saja dan sehat baik secara fisik maupun mental, mereka hanya terkadang memiliki satu pemikiran, satu peristiwa atau bayangan yang berbeda dari orang – orang kebanyakan yang diyakini secara penuh oleh penderitanya meski seratus persen salah.

Seperti gangguan psikis lainnya gejala awal delusi sangat sulit dikenali. Faktor – faktor yang menurut beberapa ilmuwan berpengaruh terhadap berkembangnya gangguan mental berupa delusi antara lain adalah :

  • Keturunan atau genetik

Sebagian besar penyakit mental memang ditularkan melalui gen ayah atau ibu. Seorang anak dari orang tua yang memiliki gangguan penyakit psikologis akan sangat mudah terkena gangguan mental yang sama dengan orang tuanya.

  • Faktor lingkungan atau psikologis

Seorang anak yang mengalami kesulitan berhubungan dengan lingkungan bermainnya atau lingkungan belajarnya cenderung memiliki kemungkinan untuk terkena gangguan mental seperti delusi lebih besar daripada anak – anak yang mudah bergaul dan memiliki sifat terbuka.

Jenis – jenis Gangguan Delusi

Seorang pasien dapat dikatakan memiliki gangguan mental berupa delusi apabila mengalami atau termasuk ke dalam salah satu jenis gangguan delusi berikut ini:

  1. Grandiose

Kepercayaan yang dipegang teguh oleh seseorang bahwa ia merasa memiliki kekuasaan paling tinggi dibandingkan dengan orang lain. Kekuasaan yang dimaksut dapat berupa pemikiran bahwa pasien adalah orang yang paling pintar, atau paling cerdas atau bahkan memiliki talenta hebat yang tidak dimiliki orang lain. Pasien juga akan memiliki perasaan seperti telah melakukan suatu penemuan penting dan spesial, atau perasaan memiliki hubungan dekat dengan orang – orang terkenal padahal pada kenyataannya tidak.

  1. Erotomania

Penderita delusi erotomania akan memiliki perasaan atau pemikiran bahwa dia adalah orang yang sangat dicintai oleh semua orang atau orang – orang tertentu. Perasaan yakin yang ditimbulkan akan membuat penderita melakukan kontak bahkan menguntit objek delusinya.

  1. Persecutory

Berbeda dengan dua jenis delusi sebelumnya, delusi persecutory mirip dengan penderita gangguan kepribadian anxiety atau pasien yang selalu merasa terancam dan was – was serta tidak pernah merasa tenang. Seolah akan ada yang menganiaya, atau mencelakai penderita dengan jenis delusi yang satu ini.

  1. Waham cemburu

Perasaan cemburu itu wajar karna merupakan tanda sayang kita pada seseorang. Akan tetapi, pada tingkatan yang sudah melampaui batas wajar, cemburu dapat menjadi salah satu jenis dari penyakit mental berupa delusi. Penderita akan mengalami perasaan cemas, takut, bahkan marah dan selalu menyangka bahwa pasangannya tidak setia meski tanpa bukti sedikitpun.

Perawatan untuk penderita gangguan delusi

Pada tingkatan tertentu, penderita dengan gangguan mental berupa delusi tetap bisa melakukan aktifitasnya sehari – hari dengan normal. Bahkan ia bisa membedakan bahwa delusi yang terjadi tidaklah nyata meski terlihat sangat benar. Kekuatan pikiran seseorang inilah yang mampu mengatasi gejala – gejala delusi yang terjadi meski pada sebagian pasien, bantuan dokter dan psikolog serta obat – obatan atau terapi sangatlah diperlukan. Jenis terapi yang bisa digunakan untuk mengobati gejala delusi yang sudah akult diantaranya adalah :

  1. Psikoterapi individu

  2. Terapi kognitif – perilaku

  3. Terapi keluarga

Belum ditemukan cara yang efektif untuk mencegah gangguan delusi. Dukungan dari keluarga, dan kemauan untuk terus melakukan terapi mungkin bisa mengurangi gangguan penyakit ini bagi para penderitanya.

Bagaimana pendapatmu

99 points
Upvote Downvote

Kasih komen di sini gan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

comments

Coba tebak, 4 Organisme Ini Termasuk Hewan atau Tumbuhan? Yuk Cari Tahu Jawabanya!

6 Penulis yang Mengalami Gangguan Mental dan Berakhir Menyedihkan