SukaSuka JelekJelek

Inilah 12 Tips Agar Ibu Tidak Selalu Marah-Marah Kepada Anak

Semua orang tua menginginkan menjadi ibu yang kalem dan santai dalam menghadapi tingkah dan polah anak-anak, tetapi terkadang kemarahan muncul secara spontan. Bahkan terkadang hanya dipicu karena masalah sepele.

Mungkin Anda sedang mengalami hari yang sulit, banyak masalah di tempat kerja, ketika pulang melihat rumah berantakan, anak-anak pada ribut, tidak nurut saat disuruh, dan lainnya.

Anda berfikir untuk menahan marah, tidak membawa masalah di luar ke dalam rumah, tapi terkadang kemarahan meluncur tanpa terkontrol. Tiba-tiba membentak anak-anak tanpa alasan yang jelas.

Hal itu sangat wajar, terkadang rasa penat di kepala membuat amarah tidak terkontrol. Biasanya itu terjadi karena stres, terlalu lelah, banyak kerjaan, banyak pikiran dan lainnya.

Emosi adalah sebuah anugrah, tetapi perlu dikendalikan agar kita bisa mengontrol dengan baik. Mengontrol emosi sangat penting, terutama ketika sedang menghadapi anak-anak. Apa yang sering kita lakukan biasanya akan dicontoh oleh anak-anak. Jika Anda sering marah-marah maka itu juga akan menular kepada anak-anak Anda.

Berikut 14 tips agar Anda bisa mengontrol emosi saat menghadapi tingkah anak-anak. Dengan membaca tips ini Anda akan tahu bagaimana cara mengendalikan amarah saat menghadapi anak-anak Anda di rumah.

1. Perawatan diri

pijat fisioterapi

Anda butuh perawatan, sesekali pergilah ke tempat pijat. Manjakan diri Anda supaya tubuh bisa rileks dan pikiran kembali fresh. Anda juga bisa memanggil tukang pijat untuk datang ke rumah. Otot tubuh Anda mungkin terlalu tegang, minta tukang pijat untuk mengurut otot-otot Anda agar tubuh terasa fresh kembali.

Yang lebih bagus lagi, Anda bisa meminta suami untuk memijat dan mengurut bagian tubuh yang capek. Atau bisa saling pijat memijat bergantian untuk menghilangkan rasa capek. Tidak perlu lama-lama, cukup lima menit setiap malam, selain menghilangkan rasa lelah, ini juga bisa menambah keharmonisan suami istri. Tubuh Anda akan terasa fresh setiap hari jika suami istri melakukan hal ini.

2. Tetapkan aturan yang jelas untuk anak-anak

kertas catatan

Simpel, tapi jarang yang mempraktekkan metode yang satu ini. Tetapkan aturan yang jelas untuk anak-anak, lebih baik lagi jika aturan tersebut tertulis di kertas dan ditempel di dinding rumah.

Jika anak-anak melanggar atau tidak patuh dengan aturan tersebut, cabut satu hak istimewa darinya.

Contoh: Jika tidak mau tidur siang, maka tidak boleh mainan Hp selama 2 hari. Anda juga harus bersikap tegas. Meskipun nangis, jangan memberikan HP sesuai dengan peraturan. Ketika Anda kalah dengan tangisan, Anda akan dianggap tidak konsisten terhadap peraturan, dan anak-anak akan sering melanggarnya.

3. Tahan emosi

emoticon

Inilah kenapa peraturan di rumah sangat diperlukan, bahkan kadang perlu tertulis. Ketika ada peraturan yang jelas, Anda tidak perlu emosi untuk mendisiplinkan anak. Tinggal tunjuk saja peraturan yang tertulis maka anak-anak akan segera mendengarkan.

Terkadang rasa lelah memang sering menimbulkan emosi, tapi harus Anda kontrol agar tidak meledak, karena ibu yang keseringan marah-marah tidak baik untuk anak-anak.

4. Menyingkir ketika emosi

meditasi

Saat Anda merasa mulai kesal dan emosi, jauhkan diri Anda dari anak-anak. Anda bisa ke kamar, duduk menyendiri atau berbaring untuk meredam amarah. Jika masih merasa kesal dan tetap ingin marah-marah, coba basuh muka Anda. Jika Anda seorang muslim, coba ambil air wudhu untuk menenangkan diri Anda.

Ketika emosi sudah terkontrol dan mulai tenang, barulah menemui anak-anak untuk mengutarakan apa yang Anda inginkan. Mungkin Anda ingin meminta anak-anak untuk membereskan mainan atau yang lainnya. Ingat; jangan pakai emosi saat menyuruh, tetap kalem dan santai.

5. Perhatikan isyarat anak-anak (lapar, lelah, ngantuk, dll…)

anak membawa boneka

Perhatikan apa yang menyebabkan anak-anak bertingkah menyebalkan. Mungkin mereka sedang lapar, ngantuk, ingin diperhatikan dan lainnnya. Seorang ibu harus paham hal ini, mulailah berlatih agar lebih peka terhadap isyarat yang diperlihatkan oleh anak-anak Anda.

Terkadang anak rewel itu disebabkan karena ngantuk dan lapar, Anda harus tahu bagaimana cara mengatasinya. Tapi tatkala pikiran Anda sudah terlalu penat, emosi tidak terkontrol saat melihat anak-anak bertingkah aneh. Inilah pentingnya mengontrol emosi dan melihat isyarat yang diberikan oleh anak-anak Anda.

6. Jangan memberikan jadwal yang terlalu padat kepada anak-anak

anak mengerjakan pr

Ketika Anda memberikan jadwal yang terlalu padat kepada anak-anak, mereka akan merasa tertekan dan terlalu capek.

Anak-anak juga butuh waktu luang layaknya orang dewasa. Berikan mereka waktu luang yang cukup untuk bermain. Anda bisa membaca ragam aktivitas anak sesuai umur pada artikel kami yang lainnya: Cara Mendidik Anak Usia 0-7 Tahun Untuk Keluarga Muslim.

7. Luangkan waktu untuk istirahat bagi otak Anda dan otak anak Anda

anak naik pohon

Setiap anak pasti merasa bosan saat mengerjakan sesuatu selama berjam-jam. Anda sebagai orang tua juga demikian.

Sama seperti Anda yang membutuhkan istirahat saat mulai penat, anak-anak juga butuh istirahat dan refreshing.

Jika anak Anda sedang mengerjakan PR atau hal lainnya dan mulai penat, berikan otak mereka waktu untuk istirahat. Jangan terlalu dipaksakan karena itu akan menjadi tekakan bagi mereka.

8. Banyak istirahat

wanita sedang tidur

Anda bukanlah wanita super yang bisa mengerjakan semua hal tanpa lelah. Tubuh Anda butuh diistirahatkan agar fresh kembali. Berikan tubuh dan pikiran Anda waktu yang cukup untuk tidur dan istirahat, jangan terlalu memaksakan diri karena Anda bukan wonder woman.

9. Lakukan apa yang Anda suka

hammock

Apa hobi dan kesukaan Anda? menanam bunga dan berkebun, menulis, membaca buku, memasak? apapun itu, pilihlah satu untuk Anda kerjakan setiap hari sebagai refresing.

Saat Anda melakukan hal yang Anda suka, pikiran Anda akan lebih fresh dan emosi Anda akan lebih mudah untuk dikontrol. Akan lebih baik lagi jika Anda melakukannya bersama dengan anak-anak Anda.

10. Main bersama anak

tic tac toe

Bercakap-cakaplah dengan anak-anak Anda, bicarakan apa yang mereka sukai dan apa yang tidak mereka sukai. Mainlah bareng bersama mereka, entah itu main mobil-mobilan, bersepeda, joging atau main boneka. Rasakan hubungan kedekatan diri Anda dengan anak-anak pada momen tersebut.

11. Singkirkan HP Anda

censorship 610101 640

Hp terkadang sangat mengganggu, ketika Anda lebih tersibukkan oleh ponsel, anak Anda akan merasa tidak diperhatikan. Itu akan membuat mereka bertingkah yang menjengkelkan dan akan membuat Anda emosi.

Singkirkan apapun yang menghalangi Anda, lebih seringlah berinteraksi dengan anak ketika Anda berada di rumah, karena anak-anak lebih membutuhkan perhatian dari Anda. Terutama ketika malam hari, setelah maghrib hingga waktu tidur.

12. Ajari anak Anda untuk membantu membersihkan rumah

membersihkan rumah

Jika anak Anda sudah agak besar, mulailah mengajari mereka cara membersihkan sekitar rumah. Menyapu, merapikan tempat tidur, membereskan mainan dan lainnya. Ini akan meredam emosi Anda dan dapat mengajarkan pada anak-anak tentang etos kerja.

Tidak ada yang sempurna, semua orang punya emosi. Setiap orang mengalami hari yang buruk. Masalah akan muncul ketika kita membiarkan emosi mengendalikan hidup kita, terutama ketika berhubungan dengan anak-anak kita.

Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk anak-anak Anda adalah menjaga diri agar tidak sering emosi. Selamat berlatih, selalu kontrol emosi agar tidak berlebih.

Loading…

0

Pendapat Anda?