Jangan Sampai Terlewat, Ini 12 Fase dan Tahapan Perkembangan Anak Dalam 5 Tahun Pertama

Beri pelatihan khusus untuk merangsang perkembangan anak jika anak belum mampu melakukan yang seharusnya sudah bisa dilakukan

Setiap anak mempunyai keunikan tersendiri dalam perkembangan sesuai dengan kecepatannya masing-masing. Tahapan tumbuh kembang bayi sangat penting diketahui orangtua agar bisa mengukur apakah anak kita tumbuh dengan baik dan berkembang sesuai tahapan yang benar. Bayi usia 1 bulan memiliki tahapan perkembangan yang dapat menjadi patokan bagi orang tua dalam melihat perkembangan anak. Dalam satu tahun pertama kehidupan bayi yang baru lahir adalah masa paling cepat dalam tumbuh kembang manusia.

Sebagai orang tua, rasanya sulit untuk tidak khawatir jika anak-anak kita yang seharusnya sudah bisa melakukan sesuatu tapi belum mampu melakukannya. Atau sebaliknya, belum cukup umur tapi si kecil sudah mampu melakukannya. Untuk memahami solusi atas kekhawatiran tersebut, pertama-tama kita harus memahami dulu sedikit cara kerja tubuh manusia.

Sistem saraf pada manusia, salah satunya adalah otak sebagai bagian dari sistem saraf, mengatur dan mengkoordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh. Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron) yang saling berhubung dan fital untuk perkembangan bahasa, pikiran dan ingatan. Dan sel sel tersebut tumbuh seiring dengan pertumbuhan bayi-bayi kita yang baru lahir, kemudian berkembang, hingga bisa berjalan dan menempelkan semua barang yang dipegang ke mulut.

Jadi apa yang menyebabkan si kecil berkembang? Para ilmuwan menganggap itu semua didasarkan pada gen. Rata-rata kemampuan anak untuk mulai belajar keterampilan motorik bisa diprediksi, sehingga anak-anak akan mampu melakukannya sendiri setelah masuk pada umur tertentu. Barangkali itu memang benar, tubuh kita memiliki kerangka waktu yang ditetapkan untuk perkembangan neurologis normal yang mampu meningkatkan keterampilan motorik secara otomatis.

Jadi apakah itu berarti kita dapat bersantai-santai dan menunggu gen anak-anak dan sistem syaraf berkembang secara otomatis? Tentu saja tidak. Melatih anak-anak kita mungkin tidak mempengaruhi seberapa cepat mereka mampu berkembang, tetapi kita dapat mempengaruhi dan meningkatkan seberapa cepat mereka mengembangkan kualitas gerak. Orang tua juga bisa meningkatkan kepercayaan diri si kecil dengan membantu mereka mencapai perkembangan yang lebih cepat.

Keamanan

Photo by ยฉ Sara Kamil on Pinterest | DIY Playpen terbuat dari pipa pvc dan jaring. Anak bisa main selama berjam-jam di dalamnya, tanpa harus khawatir keluar dari area.

Salah satu hal terbaik yang dapat kita lakukan sebagai orang tua untuk membantu sang buah hati mencapai tonggak perkembangan mereka adalah dengan menyediakan tempat yang aman bagi si kecil untuk membiarkan rasa ingin tahu dan keinginan mereka sendiri. Jika kita memiliki banyak ruang untuk menjaga anak yang dapat mereka jelajahi tanpa khawatir akan terluka, mereka akan secara alami berlatih dan memperbaiki gerakan yang tepat untuk usia mereka.

Rangsangan

Photo by Betsy | Beri mainan di sekitar si kecil untuk merangsang sensor gerak karena anak selalu ingin mengambil mainan.

Hal berikutnya yang harus orang tua sediakan ialah lingkungan sensorik yang tinggi. Maksutnya, buat anak penasaran dengan area sekitarnya. Gerakan badan membutuhkan bantuan rangsangan pada bagian sensorik dari sistem saraf. Jadi semakin baik indera mereka, semakin akurat dan tepat gerakan mereka. Lingkungan sensorik yang tinggi memberikan motivasi kepada anak-anak untuk bergerak. Mereka akan tertarik dengan mainan-mainan yang disediakan di sekitarnya, kemudian akan berusaha dan belajar merangkak. Ini akan mengasah indra mereka dan membuka dunia yang lebih luas lagi, karena benda yang menarik di sekitar si kecil akan merangsang dia untuk bergerak mengambilnya. Tapi ingat, sediakan tempat yang aman untuk bermain.

Dorongan

Photo by Victoria Borodinova on Pixabay | Rangsang anak saat bermain, mundur sedikit ke belakang agar anak mengejar kita.

Siapa yang tidak suka menerima tanggapan positif dari orang-orang di sekitar kita ketika kita meraih keberhasilan? Pemberian semangat memberikan efek yang positif dan mampu membuahkan keajaiban tersendiri. Misalnya ibu mundur ke belakang beberapa langkah, kemudian memanggil si anak agar anak belajar bergerak dan menghampiri si ibu. Entah itu belajar merangkak ataupun belajar berjalan, yang penting rangsang dan berikan dorongan agar anak bisa mampu melakukanya dengan baik. Teriakan, senyuman dan kegembiraan merupakan salahsatu hadiah yang dibutuhkan anak-anak kita.

Jadi apa tahapan dalam pengembangan si buah hati yang harus kita perhatikan, dan apa yang sudah harus bisa dilakukan anak pada usia tertentu? Berikut ini tahapan-tahapan perkembangan balita yang harus diketuhui para orang tua:

Usia 2 bulan

Anak seharusnya sudah bisa mendengar suara dan melihat pada usia ini, coba panggil-panggil namanya, bergerak geser ke kanan dan ke kiri di sekitar sikecil. Seharusnya mata anak bisa mengikuti pergeseran tersebut, dan bisa mendengar suara orang yang mengajaknya bercanda.

Usia 3 bulan

Pada usia ini anak sudah mampu mengangkat kepala dan bisa tengkurap. Sudah mampu memahami obyek, jika diajak bercanda sudah bisa senyum dan ketawa.

Usia 4 bulan

Sudah bisa berceloteh, tertawa, dan mencoba meniru suara di sekitarnya. Mampu menahan kepala dan badan dengan sempurna.

Usia 6 bulan

Anak sudah mampu bergeser ke depan maupun ke belakang dengan posisi tengkurap.ย Sudah mampu mengambil dan memegang benda-benda di sekitarnya.

Usia 7 bulan

Sudah mampu menanggapi saat dipanggil namanya. Bisa menemukan mainan dan barang-barang yang tersembunyi atau yang berada di balik bantal.

Usia 9 bulan

Ini adalah masa-masa paling menghawatirkan. Anak sudah mampu duduk sendiri tanpa harus dipegang, bisa merangkak, mengoceh dan mulai mengatakan nama ibu dan ayah. Berikan tempat yang aman pada tahap ini agar anak bisa belajar dengan lancar tanpa harus khawatir.

Usia 12 bulan

Anak sudah bisa berjalan dengan cara dituntun maupun jalan sendiri. Sudah bisa mengucapkan setidaknya satu atau dua kata. Pada usia ini anak mulai menirukan ucapan orang lain, maka latih dengan memberikan banyak kosa-kata yang sering ditemui.

Usia 18 bulan

Sudah bisa berjalan secara mandiri, bisa minum dari cangkir, mampu mengucapkan beberapa kata, dan jarinya bisa menunjuk-nunjuk ke sesuatu yang diinginkan.

Usia 2 tahun

Sudah bisa berlari dan melompat, bisa mengucapkan kalimat sederhana dalam dua kata, dan mampu mengikuti instruksi sederhana.

Usia 3 tahun

Sudah bisa memanjat atau menaiki sesuatu, berbicara dalam kalimat kata majemuk, mampu mengurutkan benda berdasarkan bentuk dan warna.

Usia 4 tahun

Sudah berani bermain dengan anak-anak lain. Bisa menggambar lingkaran dan kotak, bisa naik sepeda roda empat.

Usia 5 tahun

Sudah bisa menunjukkan alamat rumah, melompat -lompat dan bisa memakai pakaian sendiri. Bisa menghitung 10 atau lebih objek.

Jika anak agak telat mencapai perkembangan, tidak perlu khawatir, tetap rangsang si kecil untuk melatihnya. Konsultasikan ke dokter anak apa yang harus kita lakukan agar perkembangan anak tidak terhambat. Dokter dapat menentukan apakah anak kita membutuhkan perhatian ekstra dan langkah apa yang perlu diambil. Atau sediakan saja lingkungan yang baik dan biarkan si kecil itu menunjukkan apa yang mereka mampu, latih dan terus beri semangat untuk menumbuhkan keberanian si kecil.

Bagaimana pendapatmu

99 points
Upvote Downvote

Kasih komen di sini gan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

comments

25 Ide Memanfaatkan CD Bekas, Daripada Dibuang Medingan Dibuat Hiasan dan Dekorasi

Membuat Dekorasi dan Hiasan Dinding Sederhana Menggunakan Kertas, Biayanya Murah Tapi Hasilnya Mewah