Tak Perlu Berteriak, Lakukan 7 Tips Ini Agar Anak Memperhatikan Perkataanmu

Kebanyakan orang tua sudah faham bahwa bentakan dan teriakan tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik, tapi entah kenapa hal itu masih terus diulang kembali. 1 min


1
32.1k shares, 1 point

Tidak mudah memang agar perintah atau larangan dari orangtua didengarkan oleh anak-anak. Terlebih lagi, anak-anak terkadang bahkan lebih keras kepala dibandingkan orangtuanya. Kebanyakan orang tua sudah faham bahwa teriakan tidak akan bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik, tapi entah kenapa hal itu masih terus diulang kembali.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, lalu bagaimana cara mendidik atau mendapatkan perhatian anak tanpa berteriak? Pakai teriak keras dan marah saja anak masih bandel, kata-kata orang tua gak diperhatiin, gimana kalau tanpa teriak? dan pertanyaan-pertanyaan semisalnya. Kalau orang jawa bilang “Omongane wong tuwo rak tau digugu”.

Biasanya orang tua membentak dan berteriak karena frustasi dengan tingkah si kecil, kata-kata sudah tidak digubris karena keasikan bermain. Ok, ikuti tips-tips yang disadur dari Beauty in the Mess berikut ini, agar anak-anak mendengarkan supaya tidak perlu berteriak dan membentak saat menasehati sang buah hati.

  1. 1 Utamakan tindakan daripada teriakan dan bentakan


    Mengutamakan tindakan bukan berarti saat anak berbuat salah langsung ditindak dengan hukuman, tapi saat anak berbuat sesuatu yang tidak kita inginkan, ambilah tindakan yang tepat sebelum membentak.

    Misal anak lari-lari dan kita khawatir kalau nanti jatuh, alih-alih berteriak sambil berkata “jangan lari-lari” dengan nada tinggi, cobalah pegang dia dan sentuh dengan lembut agar dia berhenti kemudian baru dinasehati agar tidak lari-lari lagi.

  2. 2 Fokus kepada apa yg anak-anak ingin lakukan, jangan yang Anda ingin mereka berhenti lakukan


    Saat anak-anak melakukan sesuatu, mereka hanya ingin bermain. Melarang mereka bermain pas sedang asik-asiknya tidak akan digubris sama sekali. Ini terutama berlaku pada anak kecil.

    Ketika Anda mengatakan “jangan main di panasan”, gambaran di kepala mereka justru main di tempat yang panas. Jika Anda mengatakan “mainnya di bawah pohon aja ya”, gambaran di kepala mereka menjadi main di bawah pohon yang rindang.

  3. 3 Beri pujian, pujian, dan pujian!


    Sedikit pujian akan sangat berarti. Ketika melihat bahwa anak-anak berbuat salah, pujilah dia meskipun itu terlalu mengada-ada. Misal, jika anak berteriak dengan keras dan sedikit membentak, katakan padanya “Wow adek teriakannya kenceng banget, besok gedhe pengin jadi pemimpin upacara ya!, tapi kalau sama orang tua teriak gitu kayaknya gak sopan deh…” Barulah setelah dipuji, anak diberi pengertian, itu lebih baik daripada “jangan berteriak, gak sopan tahu!”.

    Jangan lupa, usahakan beri sentuhan saat memberi nasihat. Nasehati dengan lembut, jangan sambil membentak, apalagi berkata dengan keras dan kasar.

  4. 4 Tetapkan batasan, dan pastikan mereka paham


    Jika Anda mengizinkan anak main gadget selama 30 menit, atur timer selama 30 menit dan bicarakan itu dengan anak-anak. Pahamkan dia kalau timer sudah berbunyi, berarti waktu bermain telah habis.

    Kalau anak sudah paham dan terbiasa melakukan hal tersebut, tanpa perlu berteriak dan membentak, mereka akan mengikuti peraturan yang ada. Asal Anda komitmen dengan aturan yang Anda buat dan disiplin untuk mengingatkannya.

  5. 5 Hukuman dan hadiah


    Buatlah peraturan sederhana untuk anak di dalam rumah, bikin sebuah bagan atau grafik dan tempelkan. Terangkan pada mereka aturan-aturan tersebut. Pahamkan mereka, kalau tidak ada pelanggaran dalam sehari atau seminggu, anak-anak akan mendapatkan hadiah. Tapi kalau ada pelanggaran, akan dihukum.

    Hukuman yang diterapkan harus mendidik, bukan hukuman seperti orang dewasa. Semisal hukuman mereka harus membantu ibu mengepel lantai ruang tamu atau yang lainnya.

  6. 6 Letakkan ponsel Anda


    Seriusss… Taruh ponsel Anda....

    Saat ayah sibuk dengan laptopnya untuk ngecek email, dan ibu asik dengan facebook di smartphonenya, anak merasa seolah-olah tidak diperhatikan.

    Kalau sudah seperti ini, biasanya anak-anak mencari perhatian dengan hal-hal yang menjengkelkan, tak jarang juga membuat orang tua sedikit emosi.

    Terkadang, anak berbuat yang menjengkelkan bukan karena dia nakal, tapi karena cari perhatian orang tua.

  7. 7 Menawarkan pilihan daripada pertanyaan


    Satu tip terakhir, menawarkan opsi daripada mengajukan pertanyaan. Alih-alih mengatakan, “Ayo bersihin mainannya, taruh di tempat semula. Harus ibu katakan berapa kali lagi supaya bisa tertib?”, Coba ucapkan “Sayang, itu mainannya mau diberesin sendiri atau ibu yg mberesin kan udah gedhe?”.

    Daripada mengatakan “Malam ini lauk tempe ya dek?”, Coba katakan “Adek suka tempe apa tahu?, tempe juga menyehatkan lho, kandungan gizinya bla bla bla....”. Memberikan opsi dengan jawaban yang Anda sukai adalah cara terbaik untuk berkompromi sambil tetap mendapatkan respons sesuai yang Anda inginkan.

Satu hal yang perlu diingat buat para orang tua; jangan remehkan hal-hal kecil. Memang Seolah-olah merawat anak itu adalah suatu hal yang gila, tetapi yakinlah, anak-anak tumbuh begitu cepat.

Jika benar-benar ingin tahu cara membuat anak-anak mendengarkan Anda, cobalah selami dunia anak, berfikirlah dengan jalan fikiran mereka. Ikutlah bermain dan bersenda gurau seolah-olah diri Anda masih menjadi seorang anak, nikmati setiap menitnya, dan perhatikan perubahannya.

Perhatikan juga 11 kesalahan orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak, agar tidak salah langkah dalam memilih tindakan saat anak berbuat kesalahan.


Like it? Share with your friends!

1
32.1k shares, 1 point

What's Your Reaction?

hate hate
62
hate
confused confused
27
confused
fail fail
89
fail
fun fun
85
fun
geeky geeky
71
geeky
love love
118
love
lol lol
57
lol
omg omg
32
omg
win win
105
win

Komentar

komentar

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission